Rabu, 12 Maret 2014

Karyaku

Aku lagi coba bikin cerpen, tapi hasilnya gak lumayan-lumayan acan alias gak bagus pemirsah. Emang ini cuma narasi doang jadinya tanpa dialog, dan openingnya emang ga bagus, hahah.. iya..iya ngaku deh.. emang susah bikin cerpen, secara aku doyannya bikin puisi (ngeles lagi, padahal puisiku jg ga okeh). Aku posting supaya jadi catatan buat aku siapa tau nantinya aku berkarya lagi kan nantinya bisa jadi perbandingan. O ya, sebenernya karya ini harusnya aku rombak ulang. Udah ada bayangan sih mau diapain, cuma (alasan lg dech..) waktunya belum sempat. Ini juga curi-curi waktu di tempat kerja (ngaku dech aku koruptor waktu, tp sumpah ni kulakuin kalo toko sepi). Oke dech, harap dibaca. Kalo bisa komentar yawh..

Surat untuk Surgaku
Buah hati adalah hal yang selalu menjadi idaman dalam rumah tangga begitupun dalam rumah tangga kami. Aku Lastri sudah lima tahun menikah, alhamdulilah dikaruniai seorang putra bernama Faiz. Dialah kebahagiaanku dengan Bang Reza _suamiku.
Aku dibesarkan oleh kedua orang tua angkatku. Selama ini aku mengenal meraka sebagai orang tua kandungku,baru ketika hampir menikah aku tahu kebenarannya.Sungguh berat yang aku rasakan kala itu. Aku kecewa mengapa ibuku tega memberikan aku pada orang lain.
Kehidupanku sekarang sudah sedikit membaik,  karena aku sudah berkeluarga dan bisa sedikit melupakan permasalahanku dengan ibu. Tapi aku tak pernah membencinya walau hampir saja aku merasa benci padanya. Tapi tak jadi aku lakukan karena ternyata melahirkan itu sakit dan membutuhkan pengorbanan besar. Disitulah aku menjadi sangat merindukan sosoknya. Ya, sosok surga dalam hidupku.
Sudah kulakukan apa saja untuk dekat dan mengenalnya, tapi sampai saat ini belum ada hasil. Ibu masih sembunyi di balik pedihnya masa laluku. Misteri. Di kemudian hari ingin kulakukan hal yang terbaik untuknya. Sekarang yang dapat kulakukan adalah menjaga amanah dari Allah, merawat anakku dengan baik dan tak akan pernah kucampakan buah hatiku. Aku tak mau mengulang kesalahan ibu di masa lalu. Untuk sekarang kuanggap itu kesalahan karena Aku tak  pernah tahu alasannya.
Hatiku rapuh bila bicara tentang ibu.  Sakit dan kecewa, meskipun bukan benci tapi aku tersiksa. Untungnya ada anakku. Aku sangat cinta padanya meski aku takut rasa cintaku ini melebihi kadar yang seharusnya.. Sungguh berbeda dulu aku yang haus kasih sayang, sekarang aku curahkan kasih sayangku untuk buah hatiku. Ya, Faizku. Dia menjadi penolong hatiku saat ini, mengusir semua luka di hatiku. Kurasa Allah mengganti semua yang hilang di masa lalu dengan kehadirannya. Dialah surgaku kini
Untuknya aku ingin menulis surat dan kuharap dia segera dapat membaca dan memahaminya setelah dewasa.
Beginilah suratku untuknya.
Surat untuk Surgaku.
Anakku tersayang, jangan pernah bosan mendengar lengkingan suara ibu, Nak. Dalam suara itu harusnya kamu dapat mendengar bunyi kekhawatiranku sebagai ibu. Ingatlah anakku apa- apa saja yang ibu takutkan terjadi padamu. Untuk masamu dulu ketika anak-anak ibu takut kamu menjadi malas karena terlalu banyak bermain dan ibu takut kamu terjatuh karena kebiasaanmu berlari-lari tanpa melihat arah. Semakin hari kekhawatiran ibumu ini semakin menggunung. Ibu takut tak dapat mengarahkanmu pada surga.
Mungkin kamu akan menganggap bahwa ibumu ini berlebihan. Tapi  perlu kamu tahu tak semua orang  itu beruntung. Banyak di luar sana yang tak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu. Mereka yang yatim, atau mereka yang bernasib sama seperti ibumu ini. Kamu harus tahu, bahwa segala kasih sayang itu datangnya dari Allah. Hanya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala bentuk curahan sayangku padamu pun kulakukan karena ijin Allah. Nak, kamu jangan ragu atas cinta yang kami lakukan untukmu. Ayah ibumu ini.
Jangan biarkan surga menjauh darimu, kejarlah surgamu. Sebagaimana ibu selalu berusaha mengejar Nenek_ibu kandung ibu, itu sulit. Tapi ibu tak berputus asa, ibu selalu memanjatkan doa untuk Nenek. Ibu harap itu akan kau lakukan untukku. Untuk surgamu dan surga kita. Berbuatlah baik pada siapa saja, sebarkan cinta dan kasih yang kamu peroleh dari-Nya. Pegang dan tanamkan dalam hatimu Ilmu Agama. Kamu laki-laki, tak ada waktu libur dalam solat.
Semoga Allah melindungimu dan mempertemukan kita di surga.

Ibumu,

Ini juga udh diposting di KBM https://m.facebook.com/groups/488655531196343?view=permalink&id=679441085451119&refid=18&_ft_&__tn__=%2As

Tidak ada komentar:

Posting Komentar