Rabu, 19 Maret 2014

Jalan yang lain untuk temanku..

Malam ini aku benar-benar dikejutkan oleh pesan bbm dari temanku. Bagaimana tidak, temanku satu-satunya sedunia, senasib sependeritaan di tempat kerja kena pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan.

Sedih sekali aku mendengarnya. Besok hari terakhir dia bekerja, padahal baru tadi siang kami tertawa bersama. Pada siapa lagi aku akan berbagi kisah, rasanya sungguh sesak dada ini.

Kejadian ini selalu terulang selalu saja aku yang ditinggal oleh teman yang sudah kusayangi seperti adikku sendiri.

Karena ini bukan pertamakalinya aku ditinggal rekan kerja yang baik.

Melinda, dia temanku yang baik dan setia mendengar ocehanku tiap hari. Menampung semua luapan emosiku, kebeteanku pada suasana kerja yang aku sendiri merasa tak kerasan lagi. Tadinya aku yang hampir menyerah dan mau resign, tapi kenapa harus dia yang pergi dari tempat ini. Membuat aku makin tak bersemangat.

Bbm terakhirnya malam ini, dia malah pamit mau nangis, katanya.
Bikin aku sedih kenapa harus besok jadi hari terakhir kita bersama dalam sebuah pekerjaan.

Sebal jadinya sama perusahaan, gak bisa banget ngelihat aku senang punya teman, main cut-cut aja anak orang. Emangnya cari kerjaan itu gampang?

Tapi mau bagaimana lagi, yang punya perusahaan sudah memutuskan itu. Sebagai teman yang baik aku harus membuatnya kembali semangat.

Harapanku semoga temanku sehera dapat penggantinya yang lebih baik, dan cita-citanya terwujud.

Semangat Mel, jalan yang ini mungkin buntu tapi pastinya bisa menemukan jalan yang lebar dan lebih leluasa dalam mewujudkan mimpimu..

Janji ya, jangan berhenti mewujudkan mimpi. Itu juga janjiku pada diri sendiri.

Semangat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar